Customer Value - Lean

Value from the Eyes of Customer

Opt In Image
FREE E-book!
Cerita Pendek dan Case Problem Solving

Hanya untuk waktu tertentu, ebook 'Para Tikus, Pasta Gigi, dan Problem Solving' dibagikan secara gratis. FREE. Buku ini memberikan penjelasan problem solving yang ringan tetapi tepat sasaran. Lengkapnya.

Secara ekonomi, value adalah timbal balik dari suatu barang atau jasa yang dihasilkan oleh pemasaran yang sering dihubungkan sebagai nilai atau harga yang dihasilkan melalui mekanisme penukaran. Di dalam dunia industri tentu kita menginginkan value yang sebesar-besarnya. Namun dari manakah value ini berasal? Jangan pernah Anda menganggap bahwa Anda sendiri yang menentukan value. Perlu diingat bahwa yang menentukan value adalah customer.

Selanjutnya bagaimana cara pandang customer mengenai value? Di mata mereka, value adalah kontrapretasi yang akan mereka bayar untuk :

  • Produk dan service yang benar
  • Waktu yang tepat
  • Harga yang tepat
  • Kualitas yang tepat

Konsep lean manufacturing sendiri telah semakin populer karena lean memfokuskan pada customer. Berikut kami jelaskan beberapa Customer Value Principles untuk memudahkan Anda dalam memahami bagaimana proses dalam Lean Manufacturing memberikan efek pada value yang diterima oleh customer.

1. Jumlah waste pada proses Anda tidak ada hubungannya dengan customer value

Customer tidak peduli pada seberapa efisien proses manufaktur Anda. Sebagai contoh seorang customer tidak memilih untuk membeli baterai dengan merk X karena perusahaan tersebut memiliki efisiensi manufaktur yang baik. Customer hanya menilai dari segi reputasi branding, pengalaman, dan harga. Intinya customer tidak menghubungkan waste dengan value.

2. Value bersifat subjektif

Value harus dipertimbangkan sesuai dengan konteks situasi dan keadaan yang ada. Tanpa konteks, customer tidak akan memberikan value lebih karena aspek subjektif yang kurang dimanfaatkan. Sebagai contoh customer pasar tradisional telah mengatur pengeluaran untuk biaya belanja makanan di rumah sehari-harinya. Namun jika kita tambahkan konteks hari raya misalnya Natal maupun Idul Fitri, maka customer tersebut akan mengeluarkan biaya lebih untuk berbelanja bahkan banyak yang tidak memberikan limit pengeluaran.

3. Customer membayar lebih dari sekedar uang

Uang akan terasa kurang memuaskan jika Anda mengetahui value lainnya yang diperoleh oleh customer. Hal lain yang dibayar oleh konsumen adalah informasi, marketing dari mulut ke mulut, dan loyalitas pada branding atau merk. Selain itu customer juga memberikan hal-hal cukup penting yang mungkin tidak terpengaruh pada bisnis Anda seperti waktu (misalnya kemauan untuk mengantri pada restoran terbaik), reputasi (menjadi asosiasi dan berbisnis dengan perusahaan), dan energi (setiap musim salju orang tua berburu mainan untuk sang anak).

4. Customer tidak melihat value individual

Customer memiliki sumber daya terbatas dan permintaan yang tidak terbatas. Umumnya mereka sering menabung untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan serta mengesampingkan hal lainnya. Jadi setiap pilihan yang dibuat oleh customer untuk membeli product maupun service dapat memberikan efek pada product dan service lainnya.

5. Value bersifat tidak rasional

Emotion berpengaruh besar terhadap value. Kadang dari segi produsen Anda berpikir serasional mungkin namun ternyata konsumen dapat membeli barang secara besar-besaran tanpa pikir panjang. Sebagai contoh seburuk apapun produk merchandise yang Anda hasilkan, namun jika ternyata pada saat yang tepat tim Manchester United memenangkan liga Champion maka Anda pasti akan mengalami peningkatan value secara mendadak.

Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan value yang mengacu kepada customer. Voice Of the Customer (VOC) membantu perusahaan untuk memperhatikan produk dan service mereka melalui sudut pandang customer. Kemudian rancanglah Value Stream Maps dan pelatihan untuk membedakan aktivitas value-add dengan non value-add. Langkah-langkah yang value-added harus memiliki tiga kriteria berikut ini :

  • Customer harus peduli pada langkah tersebut
  • Langkah tersebut harus secara fisik mengubah product dan service dengan berbagai cara maupun menjadi persyaratan untuk langkah berikutnya
  • Do it right the first time (DRIFT) atau manajemen yang membuat semua proses benar, tepat waktu, dan efisien agar tidak ada delay pada proses

Cobalah untuk menghilangkan langkah-langkah yang tidak masuk dalam kriteria tersebut, namun kenali langkah yang termasuk dalam non value-add untuk alasan regulasi maupun finansial.Anda harus mengidentifikasi dan mengerti tentang value stream dan mengeliminasi waste dan langkah-langkah non value-add. Sebanyak 10% sampai 15% dari proses value-add seringkali merepresentasikan hanya 1% dari waktu proses total.

Kebanyakan dari konsep-konsep ini akan menjadi lebih efisien dan powerful jika Anda memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana customer menentukan value yang Anda dapatkan.

Image: hightechdad

Republished by Blog Post Promoter

Post a comment

You may use the following HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>