leanindonesiakanbantoyota

Apa Itu Kanban? (Seri Lanjutan)

Opt In Image
FREE E-book!
Cerita Pendek dan Case Problem Solving

Hanya untuk waktu tertentu, ebook 'Para Tikus, Pasta Gigi, dan Problem Solving' dibagikan secara gratis. FREE. Buku ini memberikan penjelasan problem solving yang ringan tetapi tepat sasaran. Lengkapnya.

Ini adalah seri lanjutan dari artikel kanban sebelumnya.

Situasi ideal yang diharapkan lean adalah menerima customer order yang memicu mulainya proses dan mengalirkan produk ke value stream tanpa delay. Pada kenyataannya keadaan continuous flow ini tidak bisa langsung terjadi di karenakan proses terpisah jarak dan relayout tidak bisa langsung dilakukan. Sehingga pendekatan yang dilakukan adalah penggunaan pull system.

Pull system bermanfaat untuk mencegah terjadinya oversupply atau overstock terhadap proses berikutnya.

Contohnya jika kita mensupply 100 barang padahal yang dibutuhkan hanya dibutuhkan 80 barang oleh pelanggan atau proses berikutnya, maka akan terjadi oversupply.

Pull system digunakan untuk menggerakkan produk di sepanjang value stream saat terjadi customer demand atau kebutuhan dari proses selanjutnya. Sehingga tidak ada proses berjalan tanpa terjadinya pull dari customer baik secara internal ataupun secara external. Dalam system produksi, kanban akan berfungsi sebagai visual control yang memicu sinyal pengisian untuk memulai proses dan mengisi barang ke proses berikutnya. Kanban di terjemahkan secara langsung sebagai kartu sinyal.

Pertama kali sebelum memutuskan apakah kita akan menggunakan kanban adalah kita melihat kemungkinan melakukan flow. Flow bisa tercapai dengan melakukan pembenahan berupa relayout yaitu mendekatkan antar satu proses ke proses berikutnya, dan material digerakkan satu persatu-satu dengan prinsip pull sesuai kebutuhan dari proses berikutnya. Kemudian pertimbangan kedua adalah menghitung koefisien variasi dari demand. Demand yang berfluktuasi akan menyebabkan variasi yang tinggi. Kita bisa menghitung besaran variasi ini dengan parameter standard deviasi. Koefisien variasi adalah membandingkan nilai rata-rata dari demand dengan standard deviasinya.

Ada tiga macam tipe Kanban:

  1. Withdrawal Kanban: kartu sinyal yang menjelaskan apa yang harus di pull dan darimana di pull.
  2. Production Kanban: kartu sinyal yang memicu terjadinya proses produksi
  3. Supplier Kanban: kartu sinyal yang dipakai untuk memicu supplier untuk mengisi secara batches.

Kita perlu melakukan identifikasi value stream secara keseluruhan mulai dari barang diterima dari supplier sampai ke setiap proses produksi menuju ke gudang barang jadi. Kemudian kita bisa mengidentifikasi proses mana yang memiliki capacity aliran paling kecil dari keseluruhan langkah proses. Proses ini kita sebut sebagai pacemaker yaitu suatu proses yang memiliki rate terendah dan berfungsi sebagai penentu schedule untuk downstream pull. Pacemaker ini menentukan kecepatan dari proses upstream dan proses downstream.

Republished by Blog Post Promoter

Post a comment

You may use the following HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>