Category: Lean

Fixed Repeating Schedule

Fixed Repeating Schedule (FRS) adalah sebuah elemen kunci dari Toyota Production System (TPS) dan Lean Manufacturing. Sesuai dengan namanya, FRS adalah sebuah schedule produksi yang “unchanging” dan diulang mungkin setiap hari atau selama waktu yang lebih lama seperti dua minggu atau satu bulan sekali. Jika hal ini dapat diimplementasikan, maka nilai ekonomi dari repetisi mulai menjadi jelas sehingga customer dan supplier dapat merasa yakin terhadap scheduling aktifitas mereka sendiri.

Hal yang menjadi penghambat dalam pengimplementasian hal ini adalah ketidakpastian dari permintaan dan penawaran (supply dan demand). Oleh karena itu, selagi scheduling masih bersifat sederhana; aktifitas-aktifitas untuk membuat scheduling menjadi memungkinkan akan menjadi lebih kompleks dan rumit. Dengan demikian maka beralihlah orang-orang atau organisasi ke penerapan FRS yang jika di-manage dengan benar akan mengurangi kompleksitas keseluruhan dan meningkatkan customer service.

Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

VSM SSCX Lean Indonesia

VSM Value Stream Mapping

Value stream mapping adalah tool grafik dalam Lean Manufacturing yang membantu melihat flow material dan informasi saat produk berjalan melalui keseluruhan bisnis proses yang menciptakan value mulai dari raw material sampai diantar ke customer.

VSM mampu memvisualisasikan aliran produk dan mengidentifikasi waste. VSM juga membantu untuk memprioritaskan masalah yang akan diselesaikan. Sebuah VSM adalah salah satu bentuk dari process mapping yang menunjukkan secara detil aliran material, aliran informasi, parameter operational leadtime, yield, uptime, frequency pengiriman, jumlah manpower, ukuran batch, jumlah inventory, setup time, process time, efisiensi proses secara keseluruhan, dll.

Manfaat dari VSM sangat banyak dan merupakan tools utama dalam Lean yang membantu untuk melihat bisnis process secara keseluruhan saat ini. Sehingga kita bisa memvisikan seperti apa bisnis process yang diimpikan, yang sangat efisien, dan bebas dari waste. Dari sinilah akan dimulai beberapa project improvement berdasarkan prioritas yang teridentifikasi dari VSM.

VSM dibuat spesifik untuk produk tertentu yang memiliki demand rate yang specific. Penggolongan untuk produk dengan tahapan proses yang sama disebut juga family grouping. Setelah specific produk ditentukan, maka customer demand juga harus ditentukan untuk mengetahui takt time yaitu lama waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu produk. Nilai takt time di dapat dari formula waktu operational time yang tersedia terhadap customer demand.

Beberapa hal yang akan teridentifikasi dari VSM adalah penumpukan inventory berlebihan pada proses tertentu, scrap yang tinggi, waktu uptime yang rendah, batch size yang terlalu besar, aliran informasi yang tidak mencukupi, waktu tunggu yang terlalu lama, dan effisiensi waktu dari bisnis proses secara keseluruhan. VSM mensyaratkan untuk memvalidasi data operational secara langsung ke lapangan (gemba), berdiskusi dengan orang lapangan untuk memastikan keaktualan data. VSM akan membantu dalam mengimprove bisnis proses secara menyeluruh dan menjadikannya sangat efisien.

Republished by Blog Post Promoter

Kaizen Blitz – Free Slides

Kaizen, terminologi Bahasa Jepang untuk “perbaikan”, atau “perubahan yang lebih baik” mengacu pada filosofi atau praktek yang fokus pada perbaikan terus-menerus dari proses dalam manufaktur, teknik, pengembangan permainan, dan manajemen bisnis. Ketika hal ini digunakan dalam arti bisnis dan diterapkan pada tempat kerja, kaizen adalah Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

Cara Hitung OEE di TPM

Overall Equpment Effectiveness (OEE) adalah metrik efektif tidaknya suatu operasi produksi dijalankan. Hasil dinyatakan dalam bentuk yang bersifat umum sehingga memungkinkan benchmarking.

OEE juga biasanya digunakan sebagai key performance indicator (KPI) dalam implementasi lean manufacturing ataupun TPM untuk Continue reading

Republished by Blog Post Promoter