Category: Heijunka

Lean Manufacturing Indonesia Graph 2

ASK: Kapasitas < Minimal Lot Supplier

Ada pertanyaan menarik dari rekan Ernawan (ernawan@xxxxx.co.id)

Bagaimana cara menghandle gap antara kapasitas produksi harian < minimal lot di proses supplier.
contoh : Customer Requirement: 100/day, Production Capacity: 110/day, tetapi ada proses treatment di vendor dengan minimum proses 1000 unit?

Jawaban sementara LeanIndonesia.com:

Ernawan, kami tidak bisa memberi rekomendasi yang pasti untuk hal ini sebelum analisa lebih lanjut. Tetapi mungkin ini ada beberapa ide awal yang bisa dipikirkan, dalam situasi dimana proses supplier yang dimaksud ini tidak menjadi input utama proses berikutnya.

  1. Negosiasi minimum order
  2. Tetap dengan minimum order dengan scheduled delivery
  3. Gudang antara sebagai buffer jika area produksi memiliki keterbatasan space
  4. Negosiasi dengan customer untuk minimum order dan minimum delivery
  5. Negosiasi dengan customer untuk confirmed order dengan scheduled delivery.
Ilustrasi:

Sementara jika proses di supplier berada di antara proses internal kita, ide-ide di atas akan lebih kompleks saat diterapkan. Ada rekan lain yang memiliki ide lain?

Ilustrasi 2:

Jika Anda memiliki ide untuk pertanyaan rekan ini, silakan memberikan usulan di kolom komentar. Let’s learn by sharing!

Republished by Blog Post Promoter

Sekilas tentang Just In Time (JIT)

Just In Time (JIT) adalah sebuah filosofi manajemen dari Jepang yang telah diterapkan sejak awal tahun 1970an di berbagai organisasi manufaktur Jepang. JIT pertama kali dikembangkan dan disempurnakan di pabrik Toyota Manufacturing oleh Taiichi Ohno. JIT akan menyediakan produk yang diminta oleh konsumen dengan delay seminimum mungkin. Taiichi Ohno juga sering disebut sebagai bapak JIT.

Toyota telah dapat bertahan dalam segala tantangan selama bertahun-tahun melalui sebuah pendekatan yang memfokuskan pada manusia, plant, dan sistem. Perusahaan Toyota menyadari bahwa JIT hanya akan mencapai kesuksesan jika setiap orang dalam organisasinya terlibat dan memegang komitmen yang kokoh, proses dan plan dirancang agar mencapai efisiensi dan output maksimum, serta jika kualitas dan program produksi dijadwalkan tepat sesuai permintaan yang ada.

Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

leanindonesiaheijunkabox

Heijunka Box

Heijunka Box adalah alat penjadwalan yang terlihat visual dan digunakan untuk level loading, konsep Lean untuk menciptakan produksi yang mengalir (flow). Heijunka bertujuan untuk menciptakan produksi yang mengalir lancar (smoothing), dan heijunka box adalah alat yang digunakan untuk mencapai tujuan heijunka.

Heijunka box umumnya adalah jadwal yang terpasang di dinding dan terbagi ke dalam kotak kotak atau set rumah merpati berbentuk persegi panjang. Setiap kolom kotak mewakili suatu periode waktu tertentu, jadwal dibagi secara visual berdasarkan shift, harian, atau mingguan. Kartu warna mewakili pekerjaan tertentu (disebut sebagai kartu kanban) ditempatkan pada kotak heijunka untuk memberi tahu secara visual yaitu produksi apa yang akan dijalankan.

Kotak heijunka memudahkan untuk melihat jenis pekerjaan yang antri untuk produksi dan kapan dijadwalkan. Pekerja pada proses mengambil kartu kanban dari kotak untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Kartu ini akan diteruskan ke proses berikutnya ketika mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya. Kotak Heijunka memungkinkan kontrol yang mudah dan terlihat visual dari jadwal produksi dan membuat lebih lancar (smooth).

Sebuah kotak heijunka tipikal memiliki baris horisontal untuk setiap produk dan memiliki kolom vertikal untuk penanda interval waktu produksi yang sama. Misalkan, interval waktu setiap tiga puluh menit. Kartu kanban produksi ditempatkan di lubang merpati yang disediakan oleh kotak sejumlah barang yang akan diproduksi untuk satu jenis produk tertentu selama selang waktu tertentu. Misalnya, setiap periode waktu membangun satu produk A, dua produk B, dan produk  dengan campuran C, D, dan E. Kotak heijunka secara jelas memperlihatkan pola pengulangan sederhana kanban pada tiap baris, sehingga produksi mengalir lancar (smooth) dari setiap produk. Hal ini menjamin bahwa kapasitas produksi yang dijaga di bawah tekanan konstan akan mencegah masalah.

Republished by Blog Post Promoter

Heijunka

Heijunka merupakan suatu istilah dari bahasa Jepang yang berarti “leveling”. Heijunka adalah sebuah teknik untuk mereduksi waste yang cukup penting untuk pengembangan dari efisiensi produksi dari TPS dan Lean Manufacturing. Dasar pemikirannya secara umum adalah dengan memproduksi barang-barang intermediate pada tingkatan (rate) yang konstan agar proses ke depannya dapat dijalankan pada tingkatan yang konstan dan dapat diprediksi (predictable). Continue reading

Republished by Blog Post Promoter