Tagged: lean

VSM SSCX Lean Indonesia

VSM Value Stream Mapping

Value stream mapping adalah tool grafik dalam Lean Manufacturing yang membantu melihat flow material dan informasi saat produk berjalan melalui keseluruhan bisnis proses yang menciptakan value mulai dari raw material sampai diantar ke customer.

VSM mampu memvisualisasikan aliran produk dan mengidentifikasi waste. VSM juga membantu untuk memprioritaskan masalah yang akan diselesaikan. Sebuah VSM adalah salah satu bentuk dari process mapping yang menunjukkan secara detil aliran material, aliran informasi, parameter operational leadtime, yield, uptime, frequency pengiriman, jumlah manpower, ukuran batch, jumlah inventory, setup time, process time, efisiensi proses secara keseluruhan, dll.

Manfaat dari VSM sangat banyak dan merupakan tools utama dalam Lean yang membantu untuk melihat bisnis process secara keseluruhan saat ini. Sehingga kita bisa memvisikan seperti apa bisnis process yang diimpikan, yang sangat efisien, dan bebas dari waste. Dari sinilah akan dimulai beberapa project improvement berdasarkan prioritas yang teridentifikasi dari VSM.

VSM dibuat spesifik untuk produk tertentu yang memiliki demand rate yang specific. Penggolongan untuk produk dengan tahapan proses yang sama disebut juga family grouping. Setelah specific produk ditentukan, maka customer demand juga harus ditentukan untuk mengetahui takt time yaitu lama waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu produk. Nilai takt time di dapat dari formula waktu operational time yang tersedia terhadap customer demand.

Beberapa hal yang akan teridentifikasi dari VSM adalah penumpukan inventory berlebihan pada proses tertentu, scrap yang tinggi, waktu uptime yang rendah, batch size yang terlalu besar, aliran informasi yang tidak mencukupi, waktu tunggu yang terlalu lama, dan effisiensi waktu dari bisnis proses secara keseluruhan. VSM mensyaratkan untuk memvalidasi data operational secara langsung ke lapangan (gemba), berdiskusi dengan orang lapangan untuk memastikan keaktualan data. VSM akan membantu dalam mengimprove bisnis proses secara menyeluruh dan menjadikannya sangat efisien.

Republished by Blog Post Promoter

Keuntungan Integrasi Lean dan Six Sigma

Integrasi dari metode Lean dan Six Sigma merupakan suatu penggabungan yang saling melengkapi, serta memungkinkan organisasi untuk mendapatkan dua keuntungan sekaligus dari penerapan keduanya. Disamping itu, Lean Tools dan Six Sigma merupakan dua metode yang telah terbukti. Berikut adalah keuntungan yang didapat dengan menggabungkan Lean dan Six Sigma:

  • Kecepatan Lean yang memungkinkan tercapainya kualitas Six Sigma. Lean yang fokus kepada efisiensi serta stabilitas operasional akan meminimalisir kompleksitas, yang berarti lebih sedikit variasi; ini memudahkan proses dalam pencapaian tujuan dari Six Sigma yaitu kualitas (minim cacat). Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

Service - Waste - Non Value Add - Improvement - SSCX

Waste in Service or Transactional

Beberapa orang masih memiliki paradigma klasik bahwa waste hanya terdapat pada organisasi maupun industri manufaktur saja. Namun saat ini metode Lean service telah meluas dan diadaptasi oleh organisasi service atau pelayanan jasa untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya melalui pengurangan waste.

Pada awalnya original seven wastes atau disebut juga dengan “Muda” dalam istilah Jepang pertama kali dijelaskan oleh Taiichii Ohno yang dikenal sebagai Bapak dari Toyota Production System. Definisi dari ketujuh waste ini telah diperbaharui dari waktu ke waktu agar dapat match dengan organisasi, industri, maupun tekanan eksternal terbaru. Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

Edward Deming Lean Kaizen Indonesia - SSCX

Guru: Edward Deming

William Edwards Deming dikenal sebagai salah satu “Great Quality Pioneers.”. Dilahirkan di Sioux City,  Iowa, Deming mendapatkan gelar sarjananya dari Universitas Wyoming, kemudian melanjutkan masternya di Universitas Colorado danmenamatkan Doktornya di Yale. Deming memulai karirnya sebagai statician (seorang ahli statistik) di Western Electric, tempat di mana dia belajar selama beberapa tahun kepada Walter Shewhart. Deming sukses menempatkan teori statistical control Shewhart menjadi praktek yang bisa diaplikasikan di dunia industri. Konsep yang membawanya kepada Total Quality Management.

Edward Deming Lean Kaizen Indonesia - SSCX

Kontribusi terbesar Deming ketika membantu Jepang memulihkan ekonominya setelah mengalami kekalahan akibat Perang Dunia II. Pada saat  wawancara dengan NBC, Deming memperlihatkan pada rakyat Amerika keberhasilan industri di Jepang untuk bangkit memperbaiki kualitas pada produknya. Karena ini pulalah Deming diminta oleh beberapa perusahaan besar seperti: General Motors, Ford, and Florida Light & Power untuk membantu meningkatkan kinerjanya. Deming juga menjadi profesor di banyak universitas di Amerika.

Deming dikenal dengan 14 Poin Kunci Sukses transformasi Jepang, yang intinya menyatakan bahwa Continue reading

Republished by Blog Post Promoter