Lean Leadership

Peranan pemimpin (leader) dalam organisasi adalah elemen dasar dalam mempertahankan perkembangan dari Lean thinking. Sebagai contoh, karyawan Toyota yang telah berpengalaman dalam Kaizen sering membawa konsep Senpai, Kohai, dan Sensei, karena merasa merasa bahwa dengan mentransfer budaya Toyota kepada bawahan dan ke seluruh perusahaan hanya dapat terjadi ketika sensei Toyota yang lebih berpengalaman melatih dan membimbing pada lead champions yang memiliki pengalaman lebih rendah selama terus menerus.

Salah satu efek dislokatif dari Lean terdapat pada area Key Performance Indicators (KPI). KPI yang telah dinilai oleh suatu plant atau kantor akan sering terbawa-bawa perilakunya. Hal ini dikarenakan KPI itu sendiri mengasumsikan suatu pendekatan agar pekerjaan mereka dapat terselesaikan. Hal ini dapat menjadi suatu permasalahan jika semisalnya pendekatan lean sebenarnya (sebut saja Fixed Repeating Schedule dan JIT) telah diadopsi sehingga membuat KPI tidak lagi memberikan efek pada performansi jika prinsip dasar mereka mulai tidak valid. Hal ini menjadi kunci dari tantangan leadership untuk mengatur atau me-manage dampak dari kerusakan KPI dalam organisasi.

Hal yang serupa juga terjadi pada bidang lain. Sebuah sistem akuntansi yang cukup sering digunakan untuk mengembangkan dan mendukung mass production ternyata tidak lagi layak digunakan pada perusahaan sehingga perusahaan tersebut pun beralih pada lean. Lean accounting menyediakan pendekatan lean yang sebenarnya pada manajemen bisnis dan laporan finansial.

Setelah memformulasikan prinsip pembimbing dari pendekatan Lean Manufacturing dalam Toyota Production System (TPS), Toyota secara resmi menyatakan bahwa mereka menggunakan prinsip lean pada management mereka di tahun 2001.

Peresmian ini berasal dari problem solving. Seperti yang kita ketahui Toyota telah mengembangkan perusahaannya selama 20 tahun terakhir. Mereka cukup mengalami hambatan dalam mengaplikasikan TPS pada perusahaan mereka yang terletak di dunia bagian barat. Seperti layaknya hambatan maupun masalah lain, masalah ini telah mengupayakan berbagai seri dari countermeasure unutk menyelesaikan beberapa permasalahan. Countermeasure ini telah difokuskan pada permasalah budaya: bagaimana manusia berperilaku (yang merupakan tantangan paling berat). Tanpa adanya perilaku yang tepat mengenali prinsip dan value, TPS dapat mengalami kesalahan pada aplikasinya sehingga terjadi kegagalan. Untungnya, para veteran dari Toyota telah membukukan prinsip dasar dari TPS. Kini Toyota telah siap untuk mengembangkan Toyota Way agar dapat diterapkan di seluruh dunia, khususnya bagi perusahaan maupun organisasi yang ingin mengaplikasikannya.

Improvement yang berkelanjutan dapat digambarkan ke dalam 3 prinsip dasar :

  • Challenge

Memiliki visi jangka panjang terhadap tantangan yang perlu dihadapi dan mengejarnya dengan penuh ambisi. Untuk melakukan hal ini, kita harus menantang diri kita sendiri setiap harinya untuk melihat apakah kita dapat mencapai target dan tujuan utama kita

Baik itu tidak cukup, tidak ada proses yang benar-benar bisa mencapai titik sempurna. Oleh karena itu operasional perlu ditingkatkan secara berkelanjutan dengan terus berusaha mencari inovasi dan evolusi

  • Genchi Genbutsu

Mencari sumber untuk melihat fakta-fakta pada diri sendiri dan membuat keputusan yang tepat, membuat consensus, dan memastikan tujuan tercapai dengan waktu yang sesingkat-singkatnya

Respect For People kurang dipahami pada kalangan yang berada di luar Toyota. Pada dasarnya hal ini melibatkan kedua prinsip di bawah ini:

  • Respect

Memikirkan semua masalah pada masing-masing stakeholder dengan serius dan melakukan semua upaya untuk membangun kepercayaan satu sama lain. Mengambil tanggung jawab agar orang lain mencapai objektif mereka juga.

  • Teamwork

Hal ini terkait dengan pengembangan individu melalui problem solving bersama dalam satu tim. Intinya adalah untuk mengembangkan dan mengikat orang melalui kontribusi mereka pada performansi tim.

Incoming search terms:

  • jasa yang menggunakan proses line flow dalam operasionalnya
  • contoh pembuatan laporan A3
  • contoh penerapan metode JIT di suatu perusahaan
  • organisasi toyota yang menggunakan just in time
  • perbedaan konsep just in time lean manufacturing dan toyota producting system

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>