Waste in Service or Transactional

Hanya untuk waktu tertentu, ebook 'Para Tikus, Pasta Gigi, dan Problem Solving' dibagikan secara gratis. FREE. Buku ini memberikan penjelasan problem solving yang ringan tetapi tepat sasaran. Lengkapnya.
Beberapa orang masih memiliki paradigma klasik bahwa waste hanya terdapat pada organisasi maupun industri manufaktur saja. Namun saat ini metode Lean service telah meluas dan diadaptasi oleh organisasi service atau pelayanan jasa untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya melalui pengurangan waste.
Pada awalnya original seven wastes atau disebut juga dengan “Muda” dalam istilah Jepang pertama kali dijelaskan oleh Taiichii Ohno yang dikenal sebagai Bapak dari Toyota Production System. Definisi dari ketujuh waste ini telah diperbaharui dari waktu ke waktu agar dapat match dengan organisasi, industri, maupun tekanan eksternal terbaru.
Salah satu pendefinisian terbaru dari waste in service operation dijelaskan oleh Bicheno dan Holweg pada tahun 2009 dengan isi sebagai berikut:
- Delay atau penundaan bagi konsumen untuk mendapatkan service, delivery, antrian, respon, dan penerimaan yang tepat waktu. Bagi perusahaan penyedia layanan mungkin waktu dari konsumen masih kurang diperhitungkan, namun kesulitan baru akan dirasakan saat para pelanggan mulai berpindah ke service provider lain.
- Duplication. Keharusan untuk melakukan re-enter pada data, mengulangi detail dari formulir, menyalin ulang informasi, menjawab query dari berbagai sumber dalam organisasi yang sama.
- Unnecessary Movement. Menunda beberapa waktu, kurangnya pengimplementasian one-stop, service encounter yang kurang ergonomis.
- Unclear Communication, dan juga waste yang dihasilkan dari pencarian klarisifikasi dari suatu hal, confusion terhadap penggunaan layanan produk, waste time dalam menentukan lokasi yang dapat menyebabkan misuse ataupun duplication.
- Incorrect inventory. Dapat terjadi out-of-stock, tidak dapat memberikan apa yang dibutuhkan, subtitusi produk atau service.
- An opportunity lost to retain or win customer, sebuah kegagalan untuk melakukan establish rapport, menolak customers, ketidakramahan, dan perilaku kasar.
- Errors in the service transaction, defect dari produk dalam bundle product-service, kehilangan atau rusaknya sumber daya.
Sudah banya perusahaan yang mengaplikasikan Lean Service untuk menghilangkan waste in service mereka. Sebagai contoh the Legal Service Commission adalah sebuah perusahaan yang menyediakan legal service dalam jumlah besar untuk orang-orang yang memiliki pendapatan rendah di Inggris. Mereka telah mengimplementasikan inisiasi range of lean untuk menghapus semua expenditure yang penuh waste menggunakan sistem dan proses yang telah diimprovisasi.
Republished by Blog Post Promoter

terima kasih atas ilmunya..
mau nanya apa lean bisa diterapkan d bank?
kalau boleh tau bank apa yang sudah berhasil menerapkan lean?