Why Overproduction is Waste?

Opt In Image
FREE E-book!
Cerita Pendek dan Case Problem Solving

Hanya untuk waktu tertentu, ebook 'Para Tikus, Pasta Gigi, dan Problem Solving' dibagikan secara gratis. FREE. Buku ini memberikan penjelasan problem solving yang ringan tetapi tepat sasaran. Lengkapnya.

Tentu sebagian dari Anda telah mengetahui bahwa over-production termasuk dalam salah satu jenis waste menurut lean manufacturing. Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa over-production termasuk waste, bahkan masih ada orang yang beranggapan bahwa over-production perlu dilakukan sebagai tindakan antisipasi jika terjadi suatu hal yang mendadak. Paradigma inilah yang perlu diubah, perlu Anda ketahui bahwa over-production adalah jenis waste terburuk. Pakailah konsep Just in Time yang mengharuskan kita untuk membangun apa yang dinginkan, pada saat yang dibutuhkan, dan pada saat yang dibutuhkan.

Konsep Lean manufacturing menganjurkan untuk menerapkan zero orders = zero production. Berikut salah satu contoh kasusnya. Suatu ketika sebuah plant telah menyelesaikan order harian dan tersisa satu jam kosong sebelum waktu kerja berakhir. Seorang supervisor menginginkan tidak ada waktu yang terbuang sehingga ia memerintahkan pekerjanya untuk membuat produk X. Kemudian waktu berakhir dan shift berikutnya tiba. Sayangnya shift berikutnya harus mengerjakan order Y dan mereka mengalami kesulitan dengan memakai tools bekas pengerjaan produk X. Hal ini saja sudah memberikan waste berupa delay bagi shift baru untuk mengadaptasikan diri. Belum lagi jika ternyata tidak ada order yang memesan produk X lalu kemanakah produk berakhir? Maka dari itu, jika tidak ada order, tutup saja plant Anda.

Aspek yang paling merugikan dari over-production adalah obsolescene atau produk yang sudah usang atau tidak laku lagi. Sebagai contoh jika Anda misalnya menjadi staff marketing di Microsoft tentu Anda tidak akan sesegera itu mengeluarkan produk Windows 8 jika masih banyak produk Windows 7 yang belum terjual. Akan menjadi boomerang bagi Anda jika ternyata Windows 8 jauh lebih baik sehingga produk Windows 7 lama Anda akan sia-sia dan menjadi waste. Walaupun Anda menginginkan sebuah ketersediaan dari Windows 7 untuk beberapa pelanggan, tetap saja Anda harus memilih jumlah yang tepat sebelum terlambat.

Lalu arah mana yang dituju oleh semua hasil over-production tadi? Jawabannya adalah inventory. Sebuah waste lagi? Benar sekali. Semakin terlihat bahaya dari jenis waste over-production yang dapat memicu timbulnya waste jenis lain. Keberadaan inventory akan meningkatkan penanganan material dan pekerjaan tambahan. Diperlukan equipment tambahan untuk menggerakan material ini. Teknik FIFO (First In First Out) akan sulit dilakukan dengan adanya inventory tambahan ditambah lagi masalah penurunan kualitas dapat terjadi jika inventory disimpan terlalu lama.

Seperti yang Anda lihat, over-production sangat berpengaruh pada pendanaan perusahaan Anda. Buatlah rencana staffing dan produksi dengan baik. Teruslah memonitor situasi Anda dan pegang kendali kontrol dengan baik.

Republished by Blog Post Promoter

Post a comment

You may use the following HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>