Planned Maintenance

FREE E-book!
Hanya untuk waktu tertentu, ebook 'Para Tikus, Pasta Gigi, dan Problem Solving' dibagikan secara gratis. FREE. Buku ini memberikan penjelasan problem solving yang ringan tetapi tepat sasaran. Lengkapnya.
Aktifitas maintenance dalam melakukan pendekatan kepada mesin terbagi menjadi beberapa tingkatan yaitu:
- Breakdown maintenance
- Time based maintenance
- Usage based maintenance
- Condition based maintenance
- Predictive maintenance
- Closed loop automation + maintenance prevention
Elemen aktivitas utama dalam PM adalah sebagai berikut:
- Membantu aktivitas Autonomous Maintenance dengan training untuk meningkatkan skill operator dalam hal maintenance
- Mencegah terjadinya kesalahan berulang dengan melakukan root cause analysis untuk menghilangkan potensi kegagalan
- Membuat sistem planned maintenance untuk mencegah downtime dan cacat produksi
- Manajemen lubrikasi untuk mencegah mesin gagal
- Sparepart Management untuk menjamin ketersediaan komponen kritikal dengan inventori paling optimum
- Maintenance Cost Management untuk menghemat biaya perbaikan
- Riset dan analisa untuk tercapainya condition based maintenance
- Meningkatkan skill setiap individu maintenance
Tahap-tahap untuk mengimplementasikan PM:
- Melakukan assessment terhadap mesin untuk mengetahui secara rinci masalah yang terjadi
- Melakukan restorasi (mengembalikan ke kondisi awal) dan melakukan improvement pada bagian yang dianggap kurang baik
- Membuat system dan implementasi Maintenance Management System yang mencakup pencatatan aktivitas, tipe mesin, lama downtime, konsumsi sparepart, biaya maintenance, etc
- Membuat PM yang terjadwal dengan baik dan di standardkan (standard bagaimana melaksanakan aktifitas PM dan menggunakan visual management untuk jadwal PM)
- Menjalankan kegiatan PM dengan benar
- Mengevaluasi keefektifan kegiatan PM berdasarkan indikator kinerja seperti MTBF (kehandalan/reliability mesin) dan MTTR (kemampuan/skill person)
PM yang efektif akan menghasilkan manfaat:
- Mesin yang handal, prima, dan selalu siap digunakan
- Biaya perawatan yang lebih optimum
- Sparepart yang tersedia dan dalam jumlah minimum dan ideal
- Meningkatkan kinerja OEE (Overall Equipment Efficiency)
Republished by Blog Post Promoter