Category: Lean

Lean Training atau Pelatihan Lean

Dalam pelatihan (Lean Training) yang kerap kami berikan, banyak yang berpersepsi bahwa Lean dan Six Sigma adalah dua hal berbeda yang tidak bisa disatukan, oleh karena itu Lean Training dan Six Sigma Training adalah dua hal yang terpisah pula. Lean Training yang merupakan bentuk upaya peningkatan upaya terkait dengan Lean Thinking adalah sekumpulan pelatihan yang mengkombinasikan class-room atau pelatihan di dalam kelas dengan praktik langsung menyelesaikan sebuah case, atau constraint/hambatan, atau bottleneck ataupun masalah.Six Sigma training yang mengacu pada format DMAIC sering dinilai tidak klop dengan Lean Training.

Menurut kami ini persepsi yang keliru atau tidak tepat. Lean Manufacturing atau Lean Service, Lean Banking, Lean Healthcare memang secara sejarah dan prinsip berbeda dengan model konvensional Six Sigma. Dalam model “konvensional”, Six Sigma adalah sebuah metodologi yang relatif lebih “kaku” dengan sekumpulan “tools” dan dengan project yang dieksekusi oleh Green Belt dan Black Belt lewat pelatihan six sigma yang intensif.

Lean Training

Dari www.sixsigmaindonesia.com:

Lean Training di satu sisi adalah pelatihan yang lebih ”sederhana” (dalam konteks “tools”) dan diharapkan dapat dieksekusi oleh banyak orang. Tools di dalam Lean Training umumnya tools yang dapat “dicobakan” langsung di lapangan (gemba).

Kombinasi Lean Training dan Six Sigma?

Apakah pelatihan lean dapat digabungkan dengan pelatihan Six Sigma? YA! Lean Six Sigma adalah sebuah strategi yang mengkombinasikan kekuatan analisa dan pedoman proyek yang sudah teruji dengan kekuatan Lean yang lebih to the point, banyak menggunakan common sense dan creativity. Anda tidak perlu bingung menentukan apakah Lean Training duluan atau Six Sigma Training duluan. Kombinasi keduanya adalah Lean Six Sigma. Beberapa modul yang sering digunakan dalam Lean Training (maupun Kaizen) adalah Setup Reduction, Work Simplification, Kanban, Maintenance Excellence (OEE) dll. Modul-modul ini juga umumnya menjadi bagian dari Lean Training di dalam pelatihan Lean Six Sigma.

Keuntungan Integrasi Lean dan Six Sigma

Integrasi dari metode Lean dan Six Sigma merupakan suatu penggabungan yang saling melengkapi, serta memungkinkan organisasi untuk mendapatkan dua keuntungan sekaligus dari penerapan keduanya. Disamping itu, Lean Tools dan Six Sigma merupakan dua metode yang telah terbukti. Berikut adalah keuntungan yang didapat dengan menggabungkan Lean dan Six Sigma:

  • Kecepatan Lean yang memungkinkan tercapainya kualitas Six Sigma. Lean yang fokus kepada efisiensi serta stabilitas operasional akan meminimalisir kompleksitas, yang berarti lebih sedikit variasi; ini memudahkan proses dalam pencapaian tujuan dari Six Sigma yaitu kualitas (minim cacat). Continue reading
Service - Waste - Non Value Add - Improvement - SSCX

Waste in Service or Transactional

Beberapa orang masih memiliki paradigma klasik bahwa waste hanya terdapat pada organisasi maupun industri manufaktur saja. Namun saat ini metode Lean service telah meluas dan diadaptasi oleh organisasi service atau pelayanan jasa untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya melalui pengurangan waste.

Pada awalnya original seven wastes atau disebut juga dengan “Muda” dalam istilah Jepang pertama kali dijelaskan oleh Taiichii Ohno yang dikenal sebagai Bapak dari Toyota Production System. Definisi dari ketujuh waste ini telah diperbaharui dari waktu ke waktu agar dapat match dengan organisasi, industri, maupun tekanan eksternal terbaru. Continue reading

Why Overproduction is Waste?

Tentu sebagian dari Anda telah mengetahui bahwa over-production termasuk dalam salah satu jenis waste menurut lean manufacturing. Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa over-production termasuk waste, bahkan masih ada orang yang beranggapan bahwa over-production perlu dilakukan sebagai tindakan antisipasi jika terjadi suatu hal yang mendadak. Paradigma inilah yang perlu diubah, perlu Anda ketahui bahwa over-production adalah jenis waste terburuk. Pakailah konsep Just in Time yang mengharuskan kita untuk membangun apa yang dinginkan, pada saat yang dibutuhkan, dan pada saat yang dibutuhkan.

Konsep Lean manufacturing menganjurkan untuk menerapkan zero orders = zero production. Berikut salah satu contoh kasusnya. Continue reading