shop-floor interval control | sscx | lean

Shop-floor Interval Control

Shop-floor Interval Control adalah satu bentuk lean management system yang berfungsi sebagai day to day operation control/management dengan interval yang sangat pendek sehingga meningkatkan responsiveness dalam pendeteksian masalah, penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan.

shop-floor interval control | sscx | lean

Responsiveness merupakan issue yang sangat penting dalam day to day operational, mengingat dalam beberapa kasus yang ditemui ada masalah yang timbul di pabrik yang membutuhkan waktu penanganan sangat lama. Ada beberapa penyebab mengapa waktu penanganan sangat lama yaitu:

  • operator tidak memahami urgency dari masalah yang timbul
  • masing-masing fungsi atau individu memiliki agenda dan sasaran sendiri sehingga melupakan kepentingan organisasi yang lebih besar
  • ketidakjelasan mengenai prioritas utama
  • peran dan tanggungjawab antar fungsi yang tidak jelas
  • ketidakpedulian (kurangnya awareness) dari shopfloor
  • tidak ada fungsi control dari atasan
  • tidak tahu cara mendeteksi masalah dan menganalisa masalah
  • tidak jelas fungsi dan peran pengambil keputusan

Masalah yang hanya membutuhkan penanganan kecil jika dibiarkan berlarut-larut maka dapat berdampak sangat besar dan jika ini terjadi berulang-ulang maka dapat menimbulkan kerugian semakin besar. Disinilah RESPONSIVENESS merupakan hal yang utama. Shop-floor Interval Control (SIC) ini terkait secara langsung dengan tools management system lainnya yaitu Scoreboard dan Gemba Leadership. Shop-floor Interval Control (SIC) ini berlaku sebagai fungsi koordinasi terencana pada setiap level organisasinya. Sehingga koordinasi ini diharapkan mampu untuk mendeteksi masalah dan menyelesaikan masalah di level sebawah mungkin dalam waktu secepat mungkin.

Panduan dalam Shop-floor Interval Control (SIC):

  • mengukur dan memantau output dalam interval lebih pendek
  • mengetahui input proses terhadap output utama
  • mengukur output sekunder yang bisa mempengaruhi output utama

Shop-floor Interval Control (SIC) ini melibatkan semua level dalam organisasi mulai dari top management, middle manager, supervisor, group leader, sampai level operator. Dalam praktiknya, Shop-floor Interval Control (SIC) di terapkan dalam beberapa level seperti Shop-floor Interval Control (SIC) level 1, Shop-floor Interval Control (SIC) 2, Shop-floor Interval Control (SIC) 3, bahkan bisa sampai SIC 4 atau SIC 5 disesuaikan dengan hirarki struktur organisasi yang ada pada perusahaan tersebut.

SIC ini terwujud dalam bentuk koordinasi stand up meeting (pertemuan berdiri) dimana konteks dan kedalaman masalah yang dibahas disesuaikan dengan levelnya. Contoh: SIC 1 melibatkan operator dan group leader dengan penekanan pada pendeteksian masalah. SIC 2 melibatkan supervisor dan fungsi supportnya dengan penekanan pada analisa masalah dan penyelesaian masalah. SIC 3 melibatkan plant manager dan manager department dengan penekanan pada penyelesaian masalah yang tidak bisa diselesaikan di SIC 2 serta pada fungsi pengambilan keputusan.

SIC 4 melibatkan top management dengan penekanan pada review indicator performance yang sifatnya strategis. Semakin setiap orang terbiasa dalam melakukan koordinasi dan problem solving dalam Shop-floor Interval Control (SIC) maka semakin lama masalah akan diselesaikan semakin cepat dan responsivitas setiap individu akan semakin meningkat.

Fungsi empowerment, delegasi, dan peningkatan skill individu juga bisa terjadi seiring dengan kebiasaan melaksanakan Shop-floor Interval Control (SIC) secara konsisten.

Republished by Blog Post Promoter

SSCX - Lean Indonesia | TPM | Chaku Chaku

Hanedashi

Hanedashi adalah sebuah perangkat yang terinstal pada peralatan produksi yang secara otomatis melakukan eject pada unit produk ketika operasi dari equipment tersebut telah selesai. Dengan adanya hanedashi maka sebuah unit produk dari suatu peralatan produksi akan langsung siap untuk ditransfer ke tahap produksi berikutnya sehingga tidak ada lagi waste dari waktu yang dihasilkan oleh operator saat mendekati mesin untuk memindahkan unit produk tersebut. Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

Flow - SSCX - Lean

Flow

Lean manufacturing adalah sebuah variasi dari efisiensi yang berbasis pada peningkatan flow. Flow atau kelancaran pekerjaan adalah suatu keadaan dimana produk yang kita proses bergerak dari awal hingga akhir interaksi. Prinsip dari flow itu sendiri sebagian besar terhubung dengan Just In Time (JIT). Tentunya pengingkatan flow juga akan terkait dengan reduksi waktu dari suatu siklus proses.

Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

A3 Problem Solving Report

Anda tentu mengenal perusahaan Toyota bukan? Raksasa perusahaan pembuat mobil ini dianggap sebagai salah satu perusahaan dengan manajemen terbaik dan paling efisien. Perusahaan Toyota cukup terkenal dengan kemampuannya untuk meningkatkan performa sistem operasional mereka yang luar biasa. Pusat dari kemampuan mereka terletak pada pelatihan para engineer, supervisor, dan manager dalam sebuah pendekatan problem solving terstruktur menggunakan suatu tools yang disebut dengan A3 Problem Solving Report.

Continue reading

Republished by Blog Post Promoter