Tagged: definisi

Lean dan Manfaat Lean

Lean didefinisikan sebagai sebuah metoda dalam menghilangkan sesuatu yang bersifat waste. Waste didefinisikan sebagai segala macam hal yang tidak memberi nilai tambah ditinjau dari sudut pandang pelanggan akhir. Kata sederhana yang bisa menggantikan waste adalah mubazir atau sia-sia. Dalam organisasi perusahaan, inisiatif Lean diterapkan ke seluruh lini organisasi dalam rangka mencapai proses yang efektif dan lebih efisien, sehingga produktivitas perusahaan meningkat, menurunkan biaya operational, dan meningkatkan keuntungan bisnis.

Lean Bahasa Indonesia
Image is courtesy of membres.multimania.fr

Banyak sekali perusahaan yang telah mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa dari implementasi Lean. Dalam sebuah perusahaan, mindset Lean ditanamkan ke semua personnel sehingga menjadi budaya sebuah perusahaan. Perusahaan yang memiliki budaya Lean dikenal dengan dengan:

  • produk yang berkualitas tinggi,
  • biaya produksi rendah,
  • semangat kerja tinggi,
  • area kerja rapi dan bersih,
  • proses produksi sangat cepat dan efisien,
  • komunikasi dalam perusahaan berjalan efektif,
  • layout area kerja streamlined,
  • jumlah inventori rendah,
  • karyawan yang selalu meningkatkan ilmu dan skillnya, dan
  • perusahaan memiliki keuntungan bisnis yang tinggi.

Lean menjadi jiwa dalam setiap personnel perusahaan dan setiap individunya memiliki disiplin, cara pandang, dan sikap yang sama tentang menyediakan pelayanan dan memberi nilai terbaik produk untuk sang pelanggan. Seberapa Lean-kah Anda?

Republished by Blog Post Promoter

Safety Sequence TPS Jidoka

Toyota Pre-Crash System - Jidoka and Poka Yoke

Di bahasan sebelumnya dikenalkan pilar kedua dari Lean Production System yaitu pilar Jidoka atau yang dikenal dengan menggunakan otomasi mesin dengan sentuhan manusia. Salah satu tools Jidoka yang paling sering dipakai adalah penggunaan Poka Yoke yaitu prinsip yang tidak mengijinkan terjadinya kesalahan. Contoh yang paling sederhana dari Poka Yoke adalah port USB pada computer dan USB flashdisk. Disana dipasang guidepin pada portnya dan pada flashdisk, sehingga tidak memungkinkan pengguna USB flashdisk untuk salah memasang atau terbalik mencolokkan flashdisk ke USB port. Prinsip anti salah ini sangat penting dalam mencapai proses yang menghasilkan kualitas produk konsisten dan output produk yang konsisten.

Pada aplikasi sehari-hari telah banyak terlihat penggunaan konsep poka yoke ini. Salah satu aplikasi poka yoke yang cukup baru Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

Waste/Muda: Contoh Sehari Hari (Bagian 2/2)

Dalam sudut pandang Lean ada tujuh hal yang termasuk waste yang disingkat TIMWOOD. Transportasi, Inventory, Motion, Waiting, Overprocessing, Overproduction, dan Defect. Kami akan memberi ilustrasi waste (muda) dalam kehidupan kita sehari-hari dalam 2 bagian tulisan.

Ini adalah bagian 2 dari tulisan ini. Bagian 1 ini berisi penjelasan untuk TIM dapat dibaca di link ini.

Overprocessing

Overprocessing adalah Continue reading

Republished by Blog Post Promoter

Jidoka - SSCX

Apa itu Jidoka?

Jidoka adalah salah satu pilar Lean Production System. Jidoka adalah gabungan dari dua kata yaitu automation dan autonomous, sehingga Jidoka berarti autonomation.

Automation didefinisikan sebagai pengambilalihan mesin untuk menggantikan pekerjaan atau proses yang dilakukan manusia.

Automation mengatasi beberapa kelemahan yang dikarenakan pekerjaan yang dilakukan manusia, dimana manusia akan sering dan memiliki kemungkinan kesalahan atau error terutama terhadap pekerjaan yang mudah dan berulang terus-menerus. Misalkan: pekerjaan untuk memasukkan botol ke dalam kotak, mengisi folding box ke tempat loading, menutup tutup botol, mengetuk bagian atas supaya rapat, dll. Pekerjaan ini terlihat mudah dan sederhana, tapi karena dilakukan terus-menerus dan berulang maka akan membuat manusia menjadi bosan dan menjadi rentan terhadap kesalahan.

Kesalahan ini bisa berdampak terhadap quality product atau berdampak ke safety dari operatornya. Automation tampaknya akan mengatasi kelemahan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, karena manusia sangat rentan terhadap kesalahan untuk pekerjaan yang mudah, berulang, dan tidak membutuhkan kreativitas. Ada ungkapan di Lean yaitu “don’t ask human to do machine’s job” yaitu jangan meminta orang untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan mesin.

Apakah automation adalah yang terbaik dalam melakukan proses? Tidak juga. Karena dalam proses produksi yang berjalan terus-menerus, ternyata mesin automation gagal dalam menghadapi error yang terjadi pada produk maupun error pada mesin. Dan mesin tidak mampu untuk mendeteksi segala macam kesalahan dan melakukan koreksi atas segala macam kemungkinan kesalahan proses. Sehingga jika dipaksa melakukan automation secara keseluruhan maka bisa dibayangkan seberapa besar mesin tersebut, seberapa lengkap systemnya, seberapa banyak feature pada mesin untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan, dan betapa mahal jika membuat full automation seperti itu.

Nah disinilah autonomous yaitu tindakan dari manusia sebagai operator sangat diperlukan. Manusia meskipun memiliki kelemahan untuk proses yang mudah dan berulang dalam hal menginspeksi dan mendeteksi, tapi memiliki kemampuan yang jauh diatas mesin dalam hal menanggapi kesalahan, menyikapi masalah baru, dan kemampuan untuk melakukan koreksi terhadap permasalahan. Disinilah Jidoka atau Autonomation masuk, yaitu mengambil kelebihan positif dari mesin dan kelebihan positif dari manusia secara bersamaan.

Jidoka akan mempermudah manusia dalam menjalankan prosesnya, mempermudah dalam melakukan aktivitas berulang, mempermudah dalam mendeteksi kesalahan pada proses, produk, dan juga pada mesin. Mempermudah dalam memberikan deteksi dan warning jika terjadi kesalahan, dan sekaligus mencegah terjadinya kesalahan untuk aktivitas yang dilakukan manusia.

Beberapa contoh umum penggunaan Jidoka misalnya visual control, yaitu saat mesin mendeteksi kotak yang sudah penuh, maka mesin akan memberi peringatan berupa lampu dan buzzer untuk operator segera mengambil. Saat operator salah mengambil part tertentu untuk produk tertentu, mesin juga akan memberi buzzer peringatan. Saat terjadi kerusakan pada mesin tertentu, maka ada lampu yang memberi tahu area mana yang error untuk dilakukan koreksi.

Saat produk selesai di oven, akan ada alarm warning. Saat terjadi speed yang berlebih maka akan ada warning atau system yang mengurangi speed, dll. Jidoka paling banyak menggunakan visual control dan system poka yoke (anti salah) yang dipasang untuk membantu mempermudah pekerjaan operator dan mencegah terjadinya kesalahan.

 

Republished by Blog Post Promoter