Poka Yoke (Mistake Proofing)

Apa itu Poka Yoke?

Poka Yoke berasal dari bahasa Jepang yang artinya Mistake Proofing atau Error Proofing. Yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai Anti Salah. Poka diterjemahkan sebagai Kesalahan, dan Yoke (Yokeru) sebagai mencegah. Tujuannya adalah mencegah atau menarik perhatian orang saat kesalahan terjadi. Contoh paling sederhana dari Poka Yoke adalah colokan USB flash disk yang memiliki guide pin sehingga orang tidak mungkin terbalik arah mencoloknya karena sudah ada guide pin yang MENCEGAH terjadinya mencolok terbalik.

Prinsip dari Poka Yoke adalah mencegah terjadinya kesalahan karena sifat manusiawi yaitu lupa, tidak tahu, dan tidak sengaja. Sehingga kita tidak hanya menghabiskan energi untuk mengingatkan dan menyalahkan orang untuk mencegah terulangnya kesalahan, tapi harus fokus pada bagaimana cara untuk memperbaiki proses sehingga kesalahan sama tidak terulang. Contohnya adalah operator yang menjalankan proses untuk mengoven / memanggang produknya harus pada limit waktu tertentu.

Kesalahan umumnya terjadi karena operator tersebut lupa waktu dan produk menjadi defect karena memanggang terlalu lama. Pendekatan poka yoke disini adalah tidak berpusat untuk memastikan operatornya supaya selalu ingat dan mengecheck waktu, tetapi justru berfokus pada mempermudah cara kerja operator dengan cara penggunaan timer yang diset pada waktu tertentu memberi alarm atau mematikan oven secara otomatis. Sehingga kesalahan terlalu lama memanggang tidak mungkin terjadi.

Mengapa Penting?

Tujuan dari Poka Yoke adalah untuk mencegah terjadinya defect. Prinsip anti salah ini akan mencegah terjadinya defect yang artinya menghemat biaya operational perusahaan, membuat kualitas produk selalu pada kondisi terbaik, dan membuat output dari proses menjadi predictable.

Ada dua model pendekatan system poka yoke yaitu pendekatan warning system yang akan memberi sinyal (warning) berupa lampu atau bunyi tertentu saat system mendeteksi terjadinya kesalahan pada input proses, parameter proses, ataupun pada keluaran dari proses. Istilah lain dari pendekatan ini adalah warning poka yoke.

Sedangkan system pendekatan yang kedua adalah pendekatan pencegahan, yaitu mencegah kesalahan terjadi dan tidak memungkinkan kesalahan terjadi karena secara system sudah dicegah. Contoh dari system ini adalah penggunaan guide pin dan jig template. Istilah lain dari pendekatan ini adalah control poka yoke.

Incoming search terms:

  • poka yoke adalah
  • pokayoke
  • DEFINISI POKA YOKE
  • contoh penerapan poka yoke
  • apa itu poka yoke
  • contoh pelan lampu 5s
  • contoh penerapan pokayoke
  • contoh mistake
  • poka
  • model poka yoke

Toyota Pre-Crash System - Jidoka and Poka Yoke

Di bahasan sebelumnya dikenalkan pilar kedua dari Lean Production System yaitu pilar Jidoka atau yang dikenal dengan menggunakan otomasi mesin dengan sentuhan manusia. Salah satu tools Jidoka yang paling sering dipakai adalah penggunaan Poka Yoke yaitu prinsip yang tidak mengijinkan terjadinya kesalahan. Contoh yang paling sederhana dari Poka Yoke adalah port USB pada computer dan USB flashdisk. Disana dipasang guidepin pada portnya dan pada flashdisk, sehingga tidak memungkinkan pengguna USB flashdisk untuk salah memasang atau terbalik mencolokkan flashdisk ke USB port. Prinsip anti salah ini sangat penting dalam mencapai proses yang menghasilkan kualitas produk konsisten dan output produk yang konsisten.

Pada aplikasi sehari-hari telah banyak terlihat penggunaan konsep poka yoke ini. Salah satu aplikasi poka yoke yang cukup baru di dunia otomotive adalah pre crash safety system. System ini memonitor jalanan di depan mobil untuk melihat adanya halangan yang bisa menyebabkan tabrakan. Sistem pendeteksi mengkombinasikan gelombang radar dengan kamera infra merah untuk melihat benda di siang dan malam hari sejauh 25 meter kedepan.

Data dibandingkan dengan kecepatan kendaraan untuk memutuskan apakah ada kemungkinan terjadi tabrakan. CCD camera dipasang di depan kemudi sehingga memungkinkan untuk memonitor kondisi pengemudi. Saat mesin dinyalakan, system akan mendeteksi mata, hidung, dan mulut dan mengukur jaraknya dan dipakai sebagai referensi untuk memonitor pergerakan kepala pengemudi saat menoleh ke kiri dan kanan.

Sistem telah di test dengan 100 pengendara yang menempuh 100,000 km. Jika wajah pengemudi terpantau jelas oleh kamera, maka akan berfungsi secara akurat terlepas dari posisi duduk pengemudi, atau meskipun memakai kacamata.

Pengembangan terbaru dari Pre Crash system adalah penggunaan sensor untuk memonitor pergerakan mata pengemudi. System ini akan mampu mendeteksi apakah mata pengemudi benar – benar terbuka dan melihat ke jalan. Sangat peka untuk mendeteksi pergerakan kelopak mata dan memastikan bahwa pengemudi memperhatikan keadaan jalan di depan, dan system juga akan melihat posisi kepala pengemudi untuk memastikan.

Jika obstacle detection system melihat kemungkinan terjadi tabrakan, dan akan memberi peringatan kepada pengemudi. Driver monitoring system akan mendeteksi pengemudi jika tidak memperhatikan jalan.

Jika pengemudi terlambat bereaksi terhadap peringatan lampu dan buzzer, kendaraan akan segera mencegah terjadinya tabrakan dengan menggunakan rem. Jika tetap diabaikan oleh pengemudi maka kendaraan akan mengambil alih.

Source: Toyoland

Incoming search terms:

  • aplikasi poka yoke
  • lean manufacturing system
  • jidoka toyota
  • penggunaan pokayoke
  • penerapan jidoka
  • contoh jidoka
  • sistem lean
  • aplikasi lean manufacturing
  • definisi sistem jidoka
  • penandaan no batch obat